EKONOMI DAN BISNIS

Masalah Ekonomi di Indonesia 2019

Masalah ekonomi di Indonesia selalu menjadi sorotan masyarakat Indonesia dimana masalah tersebut tidak pernah tuntas diselesaikan. Seperti di tahun 2018 masih banyak masalah ekonomi yaitu menurunnya nilai tukar rupiah, masalah fiskal, rendahnya pendapatan negara, perang dagang, serta perdebatan masalah politik. Yang berarti masalah tersebut harus diselesaikan di tahun 2019 dan menjadi tambahan pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia yang dimana mungkin akan terjadi masalah-masalah ekonomi di tahun 2020 yang tidak terduga.

Di bawah ini adalah contoh 4 masalah ekonomi di Indonesia :

1. Urgensi memperbaiki kuantitas dan kualitas pertumbuhan ekonomi

Indonesia mengalami pertumbuhan dengan rata-rata laju 5,27% per tahun dalam dua dasawarsa terakhir (2000-2018). Namun untuk keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju, laju pertumbuhan tersebut tidak cukup.

Indonesia juga menghadapi masalah kualitas pertumbuhan ekonomi. Sebab, angka kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran masih tinggi. Masalah ini sudah ada sejak lama, tetapi hingga saat ini masih belum bisa diatasi.

2. Daya beli stagnan di tengah inflasi yang cenderung rendah

Maret lalu, inflasi secara tahunan tercatat 2,48% per tahun. Tren inflasi saat ini terbilang sangat rendah. suku bunga pinjaman yang tetap tinggi di tengah inflasi yang rendah. Lantas, ekspansi dunia usaha pun tidak ikut terakselerasi.

3. Daya saing kalah

Survei terhadap perusahaan-perusahaan di Jepang (The Japan Bank for International Cooperation, 2018) menunjukkan penurunan popularitas Indonesia sebagai negara tujuan investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI). Dalam tiga tahun terakhir ini peringkat Indonesia terus turun. Selain itu jumlah perusahaan di Indonesia juga mulai berkurang.

4. Dilema pertumbuhan ekonomi vs. impor

Tingkat impor Indonesia masih tinggi. Alasannya, output di sektor pertanian dan peternakan semakin rendah sementara pertumbuhan penduduk, terutama kelas menengah, terus meningkat. Sektor industri juga masih mengandalkan bahan baku impor.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started